Kembali ke berita
Jumat Bersih Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan
Program Jumat Bersih dilaksanakan melalui pembagian area kerja untuk setiap kelas. Siswa membersihkan ruang kelas, taman, halaman, dan fasilitas umum dengan pendampingan wali kelas.
Kegiatan tidak berhenti pada kerja bakti, tetapi dilanjutkan dengan evaluasi pengelolaan sampah. Setiap kelas didorong membangun kebiasaan menjaga kebersihan sepanjang pekan.
Kegiatan yang berkaitan dengan Jumat Bersih Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan dipersiapkan melalui koordinasi antara guru, siswa, dan pihak sekolah. Setiap tahapan disusun agar pelaksanaannya tertib, aman, serta memberi pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta. Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme dan berpartisipasi sesuai peran masing-masing. Guru memberikan arahan sekaligus ruang bagi mereka untuk bertanya, menyampaikan pendapat, bekerja sama, dan menyelesaikan tanggung jawab dengan baik.
Sekolah menilai kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang utuh. Pengetahuan, kedisiplinan, kreativitas, kepedulian, dan rasa percaya diri tumbuh melalui pengalaman yang dilakukan secara langsung. Setelah kegiatan selesai, guru dan panitia melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan serta hasil yang telah dicapai. Masukan dari siswa menjadi bahan penting untuk menyusun kegiatan berikutnya agar semakin relevan, menarik, dan bermanfaat.
Kegiatan tidak berhenti pada kerja bakti, tetapi dilanjutkan dengan evaluasi pengelolaan sampah. Setiap kelas didorong membangun kebiasaan menjaga kebersihan sepanjang pekan.
Kegiatan yang berkaitan dengan Jumat Bersih Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan dipersiapkan melalui koordinasi antara guru, siswa, dan pihak sekolah. Setiap tahapan disusun agar pelaksanaannya tertib, aman, serta memberi pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta. Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme dan berpartisipasi sesuai peran masing-masing. Guru memberikan arahan sekaligus ruang bagi mereka untuk bertanya, menyampaikan pendapat, bekerja sama, dan menyelesaikan tanggung jawab dengan baik.
Sekolah menilai kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang utuh. Pengetahuan, kedisiplinan, kreativitas, kepedulian, dan rasa percaya diri tumbuh melalui pengalaman yang dilakukan secara langsung. Setelah kegiatan selesai, guru dan panitia melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan serta hasil yang telah dicapai. Masukan dari siswa menjadi bahan penting untuk menyusun kegiatan berikutnya agar semakin relevan, menarik, dan bermanfaat.